Minggu, Mei 19, 2024
Google search engine
BerandaSAINSLingkungan HidupMemperingati Hari Bumi 2023, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menggelar roadshow ke...

Memperingati Hari Bumi 2023, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menggelar roadshow ke kampus-kampus di NTT

*Memperingati Hari Bumi 2023: WALHI NTT Roadshow ke Kampus-kampus Mengajak Akademisi Bersama Selamatkan Bumi*

Agenda WALHI masuk kampus ini dalam rangka mengajak para akademisi, Dosen dan Mahasiswa untuk bersama-sama mengampanyekan keselamatan ekologi.

Demikian disampaikan oleh Gres Gracelia, Ketua Panitia Hari Bumi 2023 WALHI NTT dalam rilis yang dikirim ke sejumlah media.

Dalam rilis tersebut, Gres Gracelia menjelaskan, Earth Daya atau Hari Bumi dirayakan setiap tahun pada tanggal 22 April.

Hari Bumi, demikian Gres, pertama kali digagas oleh Gaylord Nelson, seorang senator Amerika Serikat dari Wisconsin yang juga pengajar lingkungan hidup pada 22 April 1970.

Merujuk berbagai sumber, Gres menyebut bahwa pada 1960-an sampai 1970-an, Amerika Serikat mengalami gejolak ekonomi dan politik.

Masyarakat AS mengisap gas bertimbal dalam jumlah besar karena pabrik-pabrik menghasilkan asap dan lumpur yang tak terkontrol, sehingga menyebabkan polusi udara di mana-mana.

Namun saat itu, masih banyak orang yang belum sadar akan masalah lingkungan dan dampaknya pada kesehatan manusia.

Fenomena itu mendorong seorang Rachel Carson untuk menulis buku yang mengangkat masalah lingkungan dan dampaknya bagi kelangsungan makhluk hidup.

Buku berjudul Silent Spring Rachel Carson itu diterbitkan pada 1962. Di situ, ia menyoroti masalah lingkungan, terutama bahaya pestisida di pedesaan Amerika.

Berangkat dari isu lingkungan di Amerika ini lah, sejarah Hari Bumi tercipta dan terus diperingati untuk mendorong kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya menjaga Bumi dari kerusakan lingkungan.

Untuk mewujudkan kesadaran tersebut, Divisi Advokasi, Kampanye dan Pengorganisasian Rakyat WALHI NTT ini menegaskan, kampanye keselamatan lingkungan harus terus di hidupkan di ruang-ruang publik, termasuk di kampus-kampus.

“Kampanye ini penting, bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan kesadaran manusia terhadap planet bumi yang menjadi satu-satunya rumah yang ditinggali oleh manusia,” terang Gres.

“Hari Bumi 2023, WALHI NTT mengangkat tema “Perempuan Merawat Keadilan Antar Generasi Mencegah Bencana Ekologi” dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi melihat “Bumi Kita Hari Ini” sebagai wujud refleksi dalam melihat kondisi bumi kita saat ini,” tambahnya.

Krisis ekologis yang melanda seluruh dunia belakangan ini, lanjut Gres, sangat berdampak pada krisis pangan, air hingga bencana ekologis lain, seperti banjir, tanah longsor dan badai di seluruh belahan dunia, termasuk NTT.

WALHI NTT, lanjut dia, melihat krisis ekologi yang terjadi saat ini ditimbulkan oleh kokohnya paradigma pembangunan dan pendidikan yang berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam demi pemenuhan ekonomi semata.

Krisis ekologi, tegas dia, bukanlah sebuah bencana alam, melainkan konsekuensi atas industrialisasi masif yang terus dilakukan, sebagaimana dijelaskan Beck dalam risk society 1992.

Dia menegaskan bahwa krisis ekologi dan pembangunan selalu berkaitan erat dengan bagaimana alam semesta difungsikan, dimodifikasi dan didaur ulang oleh manusia.

Pembangunan yang marak dilakukan secara global mengakibatkan negara-negara di belahan bumi selatan seolah harus menanggung akibat dari industrialisasi negara-negara maju di belahan dunia lain.

Sementara khusus di NTT, WALHI NTT menyebut tengah mengalami berbagai macam akibat dari pembangunan hingga kriris ekologi.

Dampak dari kriris ekologi dan perubahan iklim tersebut, NTT sebagai Provinsi Kepulauan belakangan ini kerap mengalami ancaman bencana hidrometeorologi akibat berada di wilayah yang dekat dengan belahan bumi bagian selatan.

Selain itu, dalam catatan WALHI, beberapa kasus pengelolaan dan perlindungan sumber daya alam di NTT tidak diikuti dengan kebijakan pemerintah yang pro terhadap rakyat.

“Dalam kasus-kasus lingkungan, masyarakat adat selalu menjadi korban dari pembangunan. Misalnya kasus Hutan Adat di Pubabu Besipae dan Rencana Pengembangan Pembangunan Geotermal di Poco Leok, Manggarai,” tandas Gres.

Berangkat dari berbagai permasalahan lingkungan tersebut, WALHI NTT sebagai lembaga yang konsisten mendampingi masyarakat untuk memperoleh keadilan ekologi, merasa perlu membawa isu lingkungan dalam dunia kampus.

“Hal ini agar gerakan menjaga bumi sebagai rumah kita satu-satunya di dunia menjadi gerakan kolektif sebagai tanggung jawab kita bersama,” ucapnya.

Untuk itu, dalam rangka memperingati Hari Bumi pada tanggal 22 April 2023, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Eksekutif Daerah Nusa Tenggara Timur (WALHI ED NTT) bekerja sama dengan beberapa universitas di NTT, antara lain: Universitas Citra Bangsa, STIKOM Uyelindo, Universitas Widya Mandira Kupang dan Universitas Nusa Cendana.

Di kampus-kampus ini, WALHI NTT akan melakukan kegiatan Roadshow Hari Bumi dengan menonton dan mendiskusikan film “The Story Of Stuff” bagi seluruh akadesimi di setiap Universitas.

Film berdurasi 20 menitan yang ditulis oleh Annie Leonard, Louis Fox, dan Jonah Sachs, dan juga disutradarai oleh Louis Fox ini menampilkan fakta konsumerisme dari pola produksi dan konsumsi kita yang tersembunyi dari pandangan.

“Film ini akan menceritakan dari ekstraksi melalui penjualan, penggunaan, dan pembuangan, semua barang dalam hidup kita memengaruhi kehidupan kita dengan alam,” jelas Gres.

“The Story of Stuff mengungkap hubungan antara sejumlah besar masalah lingkungan dan sosial, dan mengajak kita bersama untuk menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan dan adil,” tambahnya

WALHI NTT berharap, kata Gres, roadshow ini diharapkan dapat membangun kesadaran kritis di dunia akademisi agar mengendepankan isu dan permasalahan lingkungan terutama yang kerap terjadi di NTT sebagai kesadaran bersama dalam merawat Bumi, rumah satu-satunya kita di dunia. Salam Adil dan Lestari.***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments