SIARAN PERS 4
SAIFUL MUJANI RESEARCH AND CONSULTING (SMRC)

Jakarta, Kamis 19 Agustus 2021

Mayoritas warga yang mengetahui kasus Asabri dan Jiwasraya merasa tidak yakin bahwa proses penyitaan aset-aset tersangka berjalan dengan baik.

Demikian salah satu kesimpulan hasil survei opini publik nasional yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang bertajuk “Sikap Publik Nasional terhadap Kinerja Kejaksaan”. Survei dengan menggunakan telepon ini dilakukan pada 31 Juli sampai 2 Agustus 2021 dengan 1000 responden yang dipilih secara acak.

Presentasi hasil survei yang dilakukan oleh Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, menunjukkan bahwa warga yang tahu atau pernah dengar berita tentang kasus Asabri ada sekitar 29%. Dari yang tahu, mayoritas, 56%, tidak yakin proses penyitaan aset tersangka yang dilakukan kejaksaan dalam kasus tersebut sudah berjalan dengan baik; yang yakin 32%, dan yang tidak menjawab 11%.

Sementara untuk kasus Jiwasraya, Deni membeberkan “warga yang tahu kasus Jiwasraya ada sekitar 35%. Dari yang tahu, mayoritas, 60%, tidak yakin proses penyitaan aset tersangka yang dilakukan kejaksaan dalam kasus tersebut sudah berjalan dengan baik; yang yakin 28%, dan yang tidak menjawab 13%.”

Lebih jauh, survei ini juga menemukan bahwa sikap warga terbelah dalam menilai proses pengelolaan aset atau harta sitaan yang selama ini dilakukan oleh Kejaksaan Agung.

“Ada sekitar 39% warga yang sangat/cukup percaya bahwa pengelolaan aset atau harta sitaan oleh Kejaksaan Agung sudah dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, dan ada 40% yang kurang/tidak percaya. Sisanya, sekitar 20%, tidak dapat memberikan penilaian,” pungkas Deni. []