Rabu, November 30, 2022

SMRC: MAYORITAS PUBLIK MENGHENDAKI INDONESIA BERPERAN AKTIF IKUT MENDAMAIKAN RUSIA – UKRAINA

Wajib dibaca

Siaran Pers 4
SAIFUL MUJANI RESEARCH AND CONSULTING (SMRC)

Jakarta, 30 Agustus 2022

Publik Indonesia menghendaki pemerintah berperan aktif untuk ikut mendamaikan Rusia dan Ukraina yang sedang terlibat dalam perang. Demikian temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk “KTT G20 dan Perang Rusia-Ukraina” yang ditayangkan melalui kanal Youtube SMRC TV pada Selasa, 30 Agustus 2022.

Video presentasi temuan suvei SMRC bisa disimak di sini: https://youtu.be/35_Dz9evJ5M

Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, dalam presentasi hasil risetnya menunjukkan ada 63 persen publik yang mengetahui atau pernah mendengar tentang perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Dari yang tahu, mayoritas (71 persen) tidak setuju Rusia menyerbu Ukraina. Hanya ada 16 persen yang setuju.

Baca Juga  SURVEI SMRC: START GANJAR MENUJU 2024 LEBIH KUAT DIBANDING JOKOWI MENJELANG 2014

Dari yang tahu perang Rusia-Ukraina, ada 58 persen yang ingin agar Indonesia mengambil peran untuk ikut mendamaikan kedua negara. Ada 34 persen yang ingin Indonesia tetap menjaga jarak dan netral. Hanya ada 2 persen yang menyatakan Indonesia harus memihak salah satu negara. Sementara ada 6 persen yang tidak menjawab.

Lebih jauh survei ini juga menemukan bahwa di antara yang tahu Indonesia akan jadi tuan rumah KTT G20, ada 76% yang yakin Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dapat mengambil peran untuk berupaya meredakan peperangan antara Rusia dan Ukraina dengan terus melakukan penengahan antara kedua negara yang berperang. Dari yang yakin, ada 80 persen yang menilai sebaiknya Presiden Jokowi terus melakukan kunjungan ke dua negara tersebut untuk meredakan, kalau bukan menghentikan, peperangan antara keduanya.

Baca Juga  SURVEI SMRC: SENTIMEN POSITIF PADA PEMERINTAH MEMPERKUAT ELEKTABILITAS GANJAR

Survei ini dilakukan secara tatap muka pada 5-13 Agustus 2022. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Dari populasi itu dipilih secara random (multistage random sampling) 1220 responden. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1053 atau 86%. Sebanyak 1053 responden ini yang dianalisis. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,1% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling).

–AKHIR SIARAN PERS–

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Hukum, HAM & Politik

SAIFUL MUJANI: UMUMNYA PEMILIH HANYA MENGINGAT NAMA TOKOH PARTAI

Siaran Pers 2 SAIFUL MUJANI RESEARCH AND CONSULTING (SMRC) Jakarta, 24 November 2022 Umumnya pemilih Indonesia hanya mengingat nama atau pemimpin dan...

Berita yang mungkin kamu suka