Minggu, Desember 4, 2022

Saiful Mujani: Sama-sama Politis, Tapi Harus Beradab

Wajib dibaca

Ini utas terbaru Prof Saiful Mujani di akun twitter @saiful_mujani menjawab respon Kemenag soal prosedur pemilihan rektor UIN. Link respon Kemenag ada di bawah utas.

1. Respon terhadap respon Kemenag cq Dirjen Pendidikan Islam tentang pemilihan rektor UIN. Dikatakan pemilihan rektor oleh senat politis, tidak akademik. Itu tidak benar.

2. Kalau pemilihan rektor oleh senat dinilai politis, apa pemilihan rektor oleh tim seleksi yang ditentukan Menag tidak politis? Apakah keputusan siapa yang dipilih jadi rektor oleh menag tidak politis? Semuanya pasti politis, oleh senat maupun Menag. Isu politis tidak relevan.

3. Pemilihan rektor oleh seorang diri Menag maupun senat sama politik dalam skala kementrian dan kampus. Bedanya, pemilihan oleh Menag sendiri jahiliyah: tak beradab, bertentangan dengan nilai2 masyarakat terpelajar/kampus yang mengedepankan partisipasi dari bawah dalam memilih pemimpin.

4. Pemilihan rektor oleh senat beradab karena mengedepankan norma-norma komunitas terpelajar: partisipasi, transparan, kompetitif, berdebat, konsensus atau voting dengan suara terbanyak. Nilai-nilai ini tidak ada di dalam prosedur pemilihan rektor yang berlaku sekarang di Kemenag.

Baca Juga  SMRC: MAYORITAS YAKIN INDONESIA MAMPU MENJALANKAN TUGAS MEMIMPIN G20

5. Senat dilibatkan hanya untuk inventaris nama-nama calon dan administrasi. Memang ada penilaian kualitatif tapi tidak menentukan karena senat tidak punya hak pilih. Dalam aturan Kemenag sekarang tidak ada mekanisme kontrol bahwa penilian itu diterjemahkan ke dalam keputusan akhir.

6. Dalam pemilihan rektor UIN Jakarta sekarang, ada 17 nama calon. Semuanya harus diserahkan ke Kemenag. Senat tidak punya suara misalnya hanya untuk mengerucutkan nama dari 17 ke 10 misalnya. Tidak ada aturannya di Kemenag.

7. 17 calon itu akan diseleksi oleh tim Kemenag? Siapa yg memilih tim ini? Kemenag. Mereka profesor semua dan bukan orang sembarangan? Apakah mereka lebih tahu UIN Ciputat dibanding anggota Senat UIN sendiri? Kami Senat di UIN Ciputat juga puluhan profesor.

Baca Juga  78 PERSEN RAKYAT TIDAK MENGHENDAKI AMANDEMEN UUD 1945

8. Profesor kami di Senat ini komponen utama yang membuat UIN Ciputat salah satu yang terbaik selama ini, atau bahkan yang terbaik sepanjang sejarah UIN dan Depag/Kemenag. Apakah suara mereka ini tidak layak dihargai?

9. Dikatakan bhw proses pemilihan rektor di kampus menimbulkan konflik. Konflik itu bagian dari masyarakat beradab & punya mekanisme untuk mengatasinya. UIN Ciputat tidak punya record konflik pemilihan rektor tak terselesaikan secara beradab sepanjang sejarahnya. Umumnya UIN lain juga.

10. Memang ada IAIN/STAIN di bawah Depag/Kemenag punya masalah dalam pemilihan rektor, tapi sangat sedikit kasusnya. Tidak bisa jadi dasar untuk membuat kebijakan nasional. Tangani saja kasus per kasus. Wallahu a’lam bishawab.

catatan:
Prof. Saiful Mujani adalah Guru Besar Ilmu Politik di FISIP UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Link utasnya di sini: https://twitter.com/saiful_mujani/status/1592446718163181568?s=46&t=CWaAKgqCvcmAWrwoN_7Iog

Respon Kemenag ada di link ini: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20221115093949-20-873815/kemenag-jawab-kritik-keras-saiful-mujani-soal-pemilihan-rektor-uin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Hukum, HAM & Politik

SAIFUL MUJANI: UMUMNYA PEMILIH HANYA MENGINGAT NAMA TOKOH PARTAI

Siaran Pers 2 SAIFUL MUJANI RESEARCH AND CONSULTING (SMRC) Jakarta, 24 November 2022 Umumnya pemilih Indonesia hanya mengingat nama atau pemimpin dan...

Berita yang mungkin kamu suka