Minggu, Desember 4, 2022

Saiful Mujani: Prosedur Pemilihan Rektor UIN, Jahiliyah.

Wajib dibaca

Kultwit akun twitter Prof. Saiful Mujani @saiful_mujani, Guru Besar FISIP UIN Jakarta

1. Dapat kabar, seleksi calon rektor tempat saya ngajar, UIN Jakarta, akan diadakan di Hotel Sangrila Surabaya. Calon yg akan diseleksi juga semuanya dari Ciputat. Tim yg menyeleksi juga hampir semua dari Depag, Jakarta. Mengapa di Sangrila Surabaya, bukan di Depag, Jakarta, atau UIN Ciputat??

2. Prosedur pemilihan rektor di UIN atau di bawah Depag pada intinya tidak ditentukan oleh pihak UIN sendiri seperti oleh senat, melainkan oleh Menteri Agama seorang diri. Mau-maunya Menteri aja mau milih siapa. UIN dan senat universitas tidak punya suara. Ini seperti lembaga jahiliah.

Baca Juga  HANYA 17,1 PERSEN PUBLIK YANG MENILAI KORUPSI DI NEGARA KITA SEKARANG SEMAKIN SEDIKIT

3. Pihak senat UIN hanya mencatat siapa yang daftar dan menenuhi syarat. Hasil inventaris senat diserahkan oleh rektor ke Depag untuk diseleksi oleh tim. Tim ini kemudian memilih beberapa nama untuk diajukan ke Menteri. lalu Menteri sendiri yang milih.

4. Transparansi tidak nampak. Kasak kusuk lobby alternatifnya. Sebagai guru di kampus ini malu rasanya. Saya pernah bersuara agar pemilihan rektor dengan cara jahiliyah ini diboikot saja. Tapi tidak ada yang dengar. ☹️

Baca Juga  SEBANYAK 77 PERSEN PUBLIK INGIN NEGARA PANCASILA, 16 PERSEN INGIN NEGARA ISLAM

5. Sebelum kebijakan cara pemilihan rektor seperti sekarang, Rektor UIN/IAIN dipilih oleh senat guru besar, dan telah melahirkan rektor2 yang kami hormati, kami cintai, dan kami banggakan seperti Alm Prof. Harun Nasution, Alm Prof. Azyumardi Azra.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Hukum, HAM & Politik

SAIFUL MUJANI: UMUMNYA PEMILIH HANYA MENGINGAT NAMA TOKOH PARTAI

Siaran Pers 2 SAIFUL MUJANI RESEARCH AND CONSULTING (SMRC) Jakarta, 24 November 2022 Umumnya pemilih Indonesia hanya mengingat nama atau pemimpin dan...

Berita yang mungkin kamu suka