Rote – Taklale.Com, Tersisa 4 (empat) gardu dari 265 gardu yang belum beroperasi setelah PLN ULP (Unit Layanan Pelanggan) Rote Ndao terus menerus bekerja siang – malam memulihlan sistem kelistrikan di Kabupaten Rote Ndao paska badai Seroja.

4 gardu tersebut berada di penyulang Papela yang melayani pelanggan di Kecamatan Pantai Baru, Rote Timur dan Landu Leko. Untuk diketahui 7 (tujuh) dari 8 (delapan) penyulang telah mencapai 100%, yaitu (1), Sasando, (2), Metina, (3), Lengguselu, (4), Busalangga, (5), Onatali, (6), Ndao dan (7), Express. Penyulang adalah istilah yang biasa digunakan untuk menyebut jaringan distribusi listrik tegangan menengah yang berfungsi untuk menyalurkan energi listrik dari gardu induk ke gardu distribusi di satu wilayah tertentu.

Supervisor Tehnik PLN ULP Rote Ndao mengatakan bahwa proses pemulihan bisa mencapai 98% sampai dengan 24 April 2021 dikarenakan PLN mengerahkan seluruh potensi yang ada termasuk kerja sama dari masyarakat Rote Ndao.

Lebih lanjut Arya Widi mengatakan bahwa dalam 2 (dua) minggu terakhir, PLN ULP Rote Ndao mendapatkan bantuan tenaga teknis dari PLN Makassar berjumlah 18 orang tiba di Rote tanggal 11 April dan kembali tanggal 19 April 2021. Tim PLN Makassar yang kembali digantikan oleh 12 orang dari PLN Makassar dan 6 orang dari PLN Banten yang tiba pada tanggal 19 April 2021.

Diharapkan bahwa ke-4 gardu pada penyulang Papela bisa beroperasi pada Sabtu malam ini sehingga pada minggu depan pekerjaan dilanjutkan pada perbaikan sambungan rumah (SR) dan pembersihan jaringan dari pepohonan, dahan dan ranting yang sebenarnya sementara dilakukan oleh kami, lanjut Arya Widi.

Sebagaimana pengamatan Taklale.Com masih ada rumah yang belum menyala seperti di desa Oebatu, rumahnya Bpk.Simon J.Messakh, Bpk.Jonas Mesah dan beberapa rumah di belakang SD Oebatu.

Kami sudah menghubungi Penjaga Kantor Busalangga dan kami menunggu kedatangannya karena kami memahami bahwa ada banyak pelanggan yang harus dilayani kata Bpk.Simon J. Messakh. (Sabtu, 24/04/21-iysl)