Badai Seroja yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mencapai puncaknya pada tanggal 4 dan 5 April 2021 mengakibatkan banyak rumah yang rusak diterpa angin kencang atau tertimpa pohon termasuk yang dialami oleh Pdt.Yuaniken Siokain yang menempati Pastori GMIT Jemaat Kalvari Bebabain Klasis Lobalain Desa Bebalian Kabupaten Rote Ndao.

Pdt.Yuaniken menceritakan bahwa Senin, 05 April 2021 sekitar Pkl.03.00 WITA, atap dapur terangkat bersama gording dan usuk/kasau (lata – Melayu Kupang) yang mengakibatkan tembok dapur retak. Dalam keadaan yang mengerikan dan mencekam di dini hari itu, Pdt. Ike dan Suami bersama anak laki-laki berusia 2 tahun bergegas meninggalkan Pastori (Rumah Pelayan) dan menuju rumah Kepala Desa yang letaknya sekitar 100 M dari pastori. Ketika mereka meninggalkan pastori terlihat tiang teras sebelah Timur tercabut demikian juga seng di kamar tidur juga tercabut dari tempatnya.

Paginya, sesaat ketika hujan mulai reda dan tiupan angin semakin berkurang, Pdt.Ike bersama dengan suami dan Kepala Desa kembali ke pastori. Mereka mendapati bahwa teras pastori sudah tidak ada, tiang dan sengnya berpindah tempat, seng pada hampir seluruh pastori tercabut dari tempatnya dan hujan masuk merusak plafon. Keadaan yang sama juga terjadi pada dapur pastori yang juga rusak dan pintu keluarnya tertutup pohon Mahoni yang jatuh dan merusak antena parabola di pastori.

Sekembali dari melihat keadaan Pastori GMIT, Pdt. Ike bersama keluarga mengungsi ke SDN Bandu yang oleh Kepala Desa Bebalain dijadikan sementara sebagai tempat pengungsian. Pdt.Ike bersama 2 (dua) Kepala Keluarga lainnya menempati Ruang Perpustakaan, sementara warga desa lainnya yang mengungsi menempati ruang kelas lainnya.

Setidaknya untuk merehab Pastori Kalvari Bebalain yang berukuran 7 M x 5,5 M yang terdiri atas 2 kamar tidur dan 1 ruang tamu tersebut menurut Pnt.Benhil Dillak (Sekretaris Majelis Jemaat Kalvari Bebalain) dibutuhkan setidaknya 80 (delapan puluh) lembar seng, kayu lata sebanyak ½ (setengah) kubik, pasir, semen dan kebutuhan bangunan lainnya. Anggaran untuk merehap pastori bersumber dari Kas Majelis Jemaat dan tetap mengharapkan bantuan dari berbagai pihak. Bila ada pihak yang bersedia membantu bisa menghubungi Pdt.Yuaniken Siokain di nomor WA 0821 4407 8304.