Rote-Taklale.Com, “Orang beri penghargaan harus dihargai!” Begitu komentar singkat Matheos Viktor Messakh, setelah namanya disebutkan dalam pengumuman bursa nama bakal calon (balon) Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah se-NTT yang dikeluarkan Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk Kabupaten Rote-Ndao pada Rabu (19/5/2021) kemarin.
Matheos Viktor Messakh atau yang akrab disapa Atok, memberi komentarnya itu pada salah satu postingannya di media sosial, untuk membalas sejumlah dukungan melalui komentar rekan-rekannya di facebook.
Saat dimintai pendapatnya Kamis (20/05) malam, melalui saluran telepon Atok menyampaikan, apa yang sudah ditempuh Partai Golkar ini merupakan langkah yang sangat progresif. Dia menyebutkan, dalam sejarah partai-partai, pergumulan utamanya adalah bagaimana agar partai itu menjadi partai milik publik. “Itu biasanya menjadi suatu tujuan yang ideal dalam satu partai dan untuk bisa seperti itu tidak mudah. Ada banyak partai yang awalnya mengaku sosialis tapi kemudian sangat elitis. Jadi urusan partai itu jadi urusan orang tertentu, para elit partai saja, “ katanya.
Karenanya Atok menilai langkah Golkar NTT untuk melibatkan banyak pihak dalam proses survey bakal calon (balon) Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah se-NTT untuk Pilkada serentak tahun 2024 adalah sangat baik. Itu sebabnya dia sangat berterima kasih. “Dalam pengumuman Partai Golkar NTT ada representasi banyak kalangan. Ada dari difable, ada perwakilan perempuan, akademisi, aktivis.”
Sebagai salah satu putra asal Rote yang dipercaya untuk ada dalam bursa survey tersebut, Atok mengaku punya mimpi tersendiri untuk membangun tanah kelahirannya. “Apa yang dilakukan Partai Golkar ini menurut saya sudah sangat luar biasa. Saya berterima kasih karena sebagai putra rote yang lahir di rote saya tentu punya mimpi untuk membangun rote. Terima kasih karena sudah mempercayakan saya dan beberapa orang untuk terlibat dalam survey ini. Itu akan menjadi kesempatan bagi kami untuk membuktikan diri, apakah kami layak, bukan saja untuk terpilih, tetapi paling tidak layak menjadi calon saja, itu yang pertama-tama harus kami buktikan.” (Abbercio)