Siapa yang tidak mengenal pohon marungga? Bagi orang NTT, marungga adalah tanaman yang tidak asing lagi. Marungga (Latin: Moringa Oleifera, Inggris: Drumstick) di Timor disebut Hau Fo, di Sumba disebut Kawano dan di Flores disebut Moltong sementara di Indonesia dikenal dengan nama pohon kelor Nama marungga sendiri mirip dengan nama lokal Moringa di India Tamil yakni Murungai dan di Filipina yakni Malunggay dalam bahasa Tagalog.

Pohon ini dikenal luas terutama di daerah pedesaan dan perkampungan. Umumnya tanaman ini dimanfaatkan daunnya untuk sayur. Ada juga yang memanfaatkannya sebagai tanaman pembatas halaman atau pohon pagar.

Namun masih banyak dari kita yang belum mengetahui bahwa tanaman ini mengandung khasiat yang sangat luarbiasa. Bahkan masih banyak yang memandang bahan makananan dari pohon marungga makanan “orang miskin” dan makanan yang “tak bergengsi”. Baunya yang cukup keras dan pohonnya seperti tanaman perdu dan orang lebih mengenalnya sebagai tanaman pagar membuat banyak orang yang tak berminat terhadap tanaman ini.

Namun pandangan di atas adalah pandangan yang sangat keliru. Berdasarkan hasil penelitian para ilmuwan dan ahli gizi pohon ini ternyata mengandung khasiat gizi yang luar biasa lengkap dan telah dimanfaatkan di banyak negara seperti di Afrika untuk pemberantasan kekurangan gizi.

Di Afrika, tanaman marungga disebut sebagai sahabat terbaik para ibu, sementara para ilmuwan dan ahli gizi menyebutnya “miracle tree” (pohon ajaib) bahkan ada yang menyebutnya sebagai “tree of life” (pohon kehidupan).

Pohon marungga adalah pohon yang sangat tua keberadaannya. Konon kabarnya Musa menggunakan tanaman ini untuk memurnikan air untuk minum bangsa Israel ketika keluar dari tanah Mesir. Tanaman yang menurut sejarah berasal dari kawasan pegunungan Himalaya seperti di India, Pakistan, Bangladesh dan Afganistan ini sebenarnya telah lama digunakan oleh bangsa Yunani, Romawi dan Mesir kuno sebagai bahan makanan dan obat-obatan. Naskah India Kuno (Ayurveda) tentang pengobatan tradisional menyebutkan pohon marungga konon bisa menyembuhkan kurang lebih 300 macam penyakit.

Sekarang ini pohon marungga telah menjadi tanaman penting di India, Ethiopia, Filipina dan Sudan, dan sedang dibudidayakan di daratan Afrika, serta negara-negara yang beriklim tropis (panas) di Asia, Amerika Latin, Karibia, Florida dan Kepulauan Pasifik.

Selain sebagai makanan yang bernutrisi tinggi, tanaman marungga juga telah dipakai untuk upaya pemulihan tanah dan pencegahan kekeringan. Negara-negara di Afrika, Arab dan Israel telah melakukan budidaya untuk program pemulihan tanah kering dan gersang, karena sifat dari tanaman ini mudah tumbuh pada tanah kering ataupun gersang, dan kalau sudah tumbuh maka lahan di sekitarnya akan dapat ditumbuhi oleh tanaman lain yang lebih kecil, sehingga pada akhirnya pertumbuhan tanaman lain akan cepat terjadi.

Adalah seorang ahli gizi yang bernama Lowell Fuglie, seorang warga negara Prancis yang tinggal dan bekerja di Senegal, Afrika yang pertama kali meneliti kandungan nutrisi daun marungga. Pada akhir tahun 90an, Fuglie mulai meneliti daun marungga dan menemukan bukti bahwa ibu-ibu hamil yang mengalami persoalan gizi buruk sekalipun masih bisa dibantu untuk memiliki bayi yang sehat dengan cara mengonsumsi daun marungga.

Hasil penelitian ini telah banyak dimanfaatkan oleh banyak negara untuk memerangi persoalan gizi buruk. Sejauh ini dikenal 3 lembaga non pemerintah yang secara aktif memperkenalkan khasiat luarbiasa dari pohon marungga yaitu organisasi Trees for Life (Pohon untuk Kehidupan), Church World Service (Pelayanan Gereja Sedunia) dan Educational Concerns for Hunger Organization (Organisasi Kepedulian Pendidikan untuk Kelaparan). Bahkan sekjen PBB (Kofi Annan pada waktu itu) ikut mendukung kampanye penggunaan daun marungga untuk memerangi gizi buruk.

Manfaat Umum Pohon Marungga

Memang sungguh luar biasa pohon yang satu ini. Coba kita bayangkan, jika kita mempunyai sebuah pohon di halaman rumah kita yang bisa memenuhi hampir semua kebutuhan gizi kita. Pohon tersebut mudah ditanam dan mudah pula perawatannya. Tidak mudah mati jika diterpa kemarau panjang sementara semua bagian pohonnya bisa dimanfaatkan baik sebagai bahan makanan maupun obat-obatan.

Daun, buah dan bunganya bisa dimasak untuk memenuhi hampir semua kebutuhan vitamin dan mineral tubuh kita.

Akar, kulit, buah dan bunganya berguna sebagai obat-obatan ketika kita sakit. Lebih dari pada itu, pohon ini juga bermanfaat untuk memurnikan air untuk kita minum. Rasanya seperti pohon ajaib yang ada dalam cerita-cerita dongeng namun pada kenyataannya memang pohon itu ada. Pohon itu bernama Moringa Oleifera atau yang kita kenal sebagai pohon marungga atau kelor itu.

Buah pohon marungga yang masih muda juga mengandung asam amino serta banyak vitamin dan zat gizi lainnya. Dapat dikonsumsi dengan cara seperti kacang hijau atau kacang tanah dan bisa juga dibuat minyak yang nilai gizinya sama dengan minyak zaitun.

Bunganya dapat dimasak dan dimakan seperti sayur dan rasanya seperti jamur. Sementara akarnya, dapat dipotong-potong dan dimasak seperti lobak, namun mesti diingat bahwa akar mengandung spirochin alkaloid yang melumpuhkan saraf-saraf agen secara fatal.

Si Daun Ajaib: Kecil Tapi Besar Manfaatnya

Daun marungga bisa dikatakan sebagai daun ajaib. Daun ini sangat kaya akan kandungan gizi yakni sebagai sumber betakaroten, vitamin C, protein, besi dan kalium.

Daun marungga juga mempunyai fungsi pengobatan karena banyak mengandung kalsium dan fosfor. Daun yang segar segar bisa dimasak seperti sebagai pengganti bayam, bisa juga dikeringkan dan dijadikan tepung kering/serbuk yang dimakan sebagai bumbu dan saus.

Penelitian dari Fuglie menunjukkan bahwa jika dihitung gram per gram, daun marungga mengandung: TUJUH kali vitamin C dalam jeruk, kali EMPAT Kalsium dalam susu, EMPAT kali vitamin A dalam wortel, DUA kali protein di masa susu dan TIGA yang Kalium dalam pisang.

Kekuatan Marungga

  • Moringa mengandung 7 kali vitamin C dalam jeruk. Vitamin C diperlukan tubuh kita untuk memperkuat sistim kekebalan tubuh dan untuk melawan penyakit menular seperti pilek dan flu. Namun kandungan vitamin C Moringa lebih banyak dari jeruk yang kita kenal sebagai sumber vitamin C.
  • Moringa mengandung 4 kali kalsium yang terdapat dalam susu. Kasium sangat penting untuk membangun tulang dan gigi serta mencegah osteoporosis. Namun kandungan kalsium Moringa lebih banyak dari susu yang kita kenal sebagai sumber kalsium.
  • Moringa mengandung 4 kali lipat Vitamin A dalam Wortel. Vitamin A berperan sebagai penangkal atas penyakit kulit, mata, jantung, diare, dst. Namun kandungan vitamin A Moringa lebih banyak dari wortel yang kita kenal sebagai sumber vitamin A.
  • Moringa berisi 3 kali kalium dalam pisang. Kalium merupakan bahan penting untuk otak dan saraf. Pisang merupakan sumber kalium tetapi daun Moringa memiliki lebih banyak lagi.
  • Moringa mengandung 2 kali lipat protein dalam yogurt. Protein, sebagai blok bangunan tubuh kita terbuat dari asam amino dan biasanya hanya terdapat pada produk hewani seperti daging, telur dan susu yang mengandung semua asam amino esensial; namun hebatnya daun kelor mengandungnya lebih dua kali lipat.
  • Moringa memiliki 0.75 kali besi dalam bayam. Zat besi memainkan peranan penting dalam sintesis hemoglobin (darah merah) yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Bayam terkenal dengan zat besinya tetapi daun Moringa juga mengandung zat besi.

Daun marungga dapat meningkatkan energi kita secara alamiah. Mereka yang mengkonsumsi daun ini mengatakan bahwa luka borok mereka sembuh, ada pengurangan rasa sakit arthritis dan radang, tekanan darah lebih terkontrol, kulit menjadi lebih baik dan mempunyai daya tahan tubuh yang baik terhadap penyakit.

Manfaat lain dari daun marungga adalah fungsinya untuk menenangkan, karena dapat menurunkan tekanan darah sehingga bisa mendapatkan tidur yang baik. Di Indonesia daun marungga belum begitu banyak dimanfaatkan kecuali sebagai bahan sayur dan untuk mengatasi ilmu hitam.

Di negara-negara lain, misalnya di India, tanaman marungga tanaman ini dipakai sebagai obat; anemia, anxiety, asma, bronchitis, katarak, kolera, conjunctivitis, batuk, diarrhea, infeksi mata dan telinga, demam, gangguan kelenjar, sakit kepala, tekanan darah tidak normal, radang sendi, gangguan pernafasan, scurvy, kekurangan cairan sperma dan tuberculosis.

Berikut ini fakta tersembunyi dari si daun ajaib tersebut yaitu antara lain:

  • Meningkatkan daya tahan tubuh secara alamiah
  • Menyediakan antioksidan
  • Memelihara sistem kekebalan tubuh
  • Merupakan agen anti-inflamasi (anti radang)
  • Membantu menormalkan gula darah
  • Memicu metabolisme
  • Meningkatkan kesehatan kulit dan mengurangi keriput
  • Meningkatkan pencernaan yang sehat
  • Meningkatkan fungsi hati menjadi normal
  • Meningkatkan energi
  • Memelihara mata dan otak, dll.

Mari Tanam dan Makan Marungga

Melihat bagitu kayanya kandungan nutrisi dalam daun marungga, tentu kita akan sangat bersyukur dikaruniai pohon yang mudah tumbuh di daerah kering seperti di NTT. Apalagi semenjak terjadi krisis ekonomi di Indonesia dimana harga-harga barang yang semakin melambung membuat masyarakat umum dan miskin khususnya sulit untuk membeli makanan-makanan bergizi seperti susu, daging, ikan, telor dan sayur-sayuran dan buah-buahan.

Hal ini menyebabkan banyak anak-anak balita yang menderita kekurangan gizi demikian juga ibu hamil. Pengolahan daun marungga sudah sangat bervariasi. Tidak hanya dimasak langsung, tetapi di beberapa negara, daun marungga sudah diolah dalam bentuk makanan seperti; tepung daun marungga,  bubur, sirup, teh daun marungga, saus marungga, biskuit marungga dan lainnya.

Sementara di negara kita, masih sangat sedikit orang yang memanfaatkan tanaman marungga sebagai bahan makanan. Hal ini barangkali karena manfaatnya yang luar biasa belum banyak diketahui.

Berkaca dari pengalaman negara-negara di Afrika yang memerangi kelaparan dan gizi buruk, sudah saatnya kita tidak merasa gengsi atau malu untuk mengkonsumi daun marungga demi kesehatan kita. Oleh karena memakan daun marungga sama artinya dengan kita telah mengkonsumsi jeruk, wortel, bayam, minum susu dan makan pisang.

Menanamnyapun tidak sukar demikian pula perawatannya. Tinggal ditancapkan saja beberapa batang marungga di tanah dan tanaman ini bisa tetap tumbuh meski di musim kemarau dan tidak memerlukan perawatan khusus. Hasilnyapun sudah bisa langsung dimanfaatkan  2-3 bulan dan bisa diwariskan sampai anak cucu karena pohon ini berumur panjang.

(ditulis oleh Ferderika Tadu Hungu dan diposkan pada 2 Januari 2014 oleh Matheos Messakh di SATUTIMOR.COM)

Sumber:

  1.  Benefits of the Moringa leaf, www.herbal-home-remedies.com/blog/101/benefits-of-the-moringa-leaf/
  2. Moringa oleifera: A Review of the Medical Evidence for Its Nutritional, Therapeutic, and Prophylactic Properties. Part 1, www.tfljournal.org/article.php/20051201124931586
  3. Moringa Oleifera: The Miracle Treewww.naturalnews.com/022272.html
  4.  Muslihudin, Kelor di Jaman Kuno, Kelor di Jaman Modern, Tetap Sama Ampuhnya,http://www.plantamor.com/index.php?n=81&articles=yes 
  5.  Kelor untuk Mengatasi Kelaparan dan Gizi Buruk,http://kesehatan.kompasiana.com/group/medis/2010/03/16/kelor-untuk-mengatasi-kelaparan-dan-gizi-buruk/ 
  6.  Kelor (Moringa oleifera), Tanaman Bermanfaat untuk Berantas GIZI BURUK…!,http://www.blogster.com/firsonigosa/kelor-tanaman-bermanfaat-untuk-berantas-gizi-buruk