Kamis, Agustus 11, 2022

MARTA SUKARELA, MARTA TERPAKSA DAN Marta tersembunyi (LUKAS 10:38-42)

Wajib dibaca

oleh Pdt.Semuel Victor Nitti

Salah satu jenis ibadah yang melibatkan banyak orang adalah ibadah syukur (ulang tahun, ulang tahun pernikahan, rumah baru, lulus ujian, dapat pekerjaan, sembuh dari sakit dll). Biasanya mereka yang hadir terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah para pekerja yang mempersiapkan segala sesuatu, terutama makan dan minum. Mereka sudah mulai bekerja satu atau dua hari sebelum acara ibadah dimulai dan masih akan terus sibuk sesudah acara. Kelompok kedua adalah para undangan yang datang khusus mengikuti ibadah, makan, bercerita sedikit lalu pulang.

Ketika ibadah berlangsung, kebanyakan dari kelompok pertama tidak ikut serta. Hanya kelompok kedua yang beribadah. Sesudah beribadah para peserta ibadah yang makan lebih dahulu, sedangkan mereka yang sibuk di belakang makan kemudian. Di sini mereka yang di belakang bisa rugi dua kali. Rugi pertama, tidak bisa ikut mendengarkan firman Tuhan, padahal mereka sibuk untuk mengurus ibadah syukur. Rugi kedua, jika tamu yang menghadiri ibadah lebih banyak dari dugaan semula, sehingga makanan kurang. Mereka yang di belakang bisa jadi hanya “makan nasi deng kua sa.”

Baca Juga  IR PENU (TESTA BENGKOK)

Uniknya, ketika pemimpin ibadah mulai mengambil makan dan bertemu dengan mereka yang sibuk di belakang dan bertegur-sapa. Mereka akan berkata: “Kami Marta saja ….” Ucapan ini keluar dari mulut mereka sebab mereka mengenal dan menghafal cerita tentang Marta dan Maria di Lukas 10:38-42 lengkap dengan teguran Tuhan Yesus kepada Marta. Tetapi mereka setia, dengan sukarela, menjadi Marta. Bukankah ini aneh ? Dkl. teguran Tuhan Yesus kepada Marta sepertinya tidak berlaku bagi mereka, karena sepertinya tidak ada jalan keluar bagi mereka untuk bisa dibebaskan dari “belenggu Marta” agar bisa menghadiri ibadah.

Ada juga petunjuk yang kuat, berdasarkan pengamatan, bahwa di banyak keluarga Kristen, entah disadari atau tidak, seringkali orang tertentu, seperti para pembantu rumahtangga, anak anak keluarga yang menumpang karena pendidikan dll, dan atau mereka yang berstatus menantu dll, “dipaksa” menjadi Marta. Mereka rindu ikut beribadah, tetapi mereka diikat dengan “tali Marta” sehingga mereka hanya bisa sibuk di belakang. Paling-paling mereka hanya bisa berkesah diam-diam kepada Yesus, karena takut berkesah kepada tuan dan nyonya rumah, (seperti Marta yang tidak berani mengeluh kepada Maria, karena takut.)

Baca Juga  ANGIN JAHAT deng ANGIN BAE

Apakah yang ini juga Marta model lain, Marta tersembunyi, yaitu mereka yang hanya menghadiri ibadah jika mereka mendapat tugas untuk melayani dalam ibadah tersebut (dengan demikian mereka menjadi seperti Marta yang sibuk melayani). Jika tidak mendapat tugas untuk melayani, mereka tidak menghadiri ibadah atau kebaktian. Jika kita menerima keadaan ini sebagai “Marta tersembunyi” maka saya pun banyak kali menjadi “Marta tersembunyi,” karena hanya ikut beribadah jika saya mendapat tugas tertentu dalam ibadah/kebaktian itu.

Tuhan Yesus kutip dari kitab Ulangan untuk jawab cobaan Iblis dengan berkata: “Manusia sonde idop dari makanan sa. Ma dong ju musti dengar Tuhan Allah pung Kata-kata, deng bekin iko Dia pung mau.” (Matius 4:4, Bahasa Kupang).

Salam Marta dan Maria, dari Oebufu!

sumber : Fb. Pdt Semuel Victor Nitti-18 Juli 2022

Foto : Wikipedia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Hukum, HAM & Politik

PRIMA Dorong Politik Bebas Aktif Indonesia Bersandar pada Tatanan Dunia Baru

TAKLALE.COM-Jakarta, Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang beberapa waktu lalu melakukan kunjungan ke Ukraina...

Berita yang mungkin kamu suka