Rabu, November 30, 2022

Hari ke-1 Kampanye #16HAKTP Meninggal karena kelelahan melahirkan

Wajib dibaca

Oleh : Asaria Lauwing Bara

Kemarin dalam perjalanan dari Hula ke Kalabahi, saya mengalami mual atau mabuk kendaraan. Rasanya tidak enak sekali. Mulut, perut, kepala rasanya ingin muntah karena proses perjalanan itu. Saya kemudian ingat materi kelas tentang seorang perempuan yang mengandung akan mengalami mual selama 9 bulan. Saya hanya mengalami itu beberapa jam karena proses perjalanan darat. Tapi seorang perempuan mengalaminya dari pagi, siang, malam, dalam periode 9 bulan jika ia sedang mengandung bayinya.

Proses adalah salah satu dampak yang akan dia alami dalam proses kehamilan. Setelah mual selama 9 bulan. Seorang perempuan akan melahirkan dan prosesnya tentu sangat melelahkan. Bahkan beresiko. Dalam pengalaman di jemaat saya juga menemui ada jemaat yang meninggal karena pendarahan sebagai melahirkan, ada jemaat yang darah putih naik ke kepalanya dan itu merugikan dirinya, ada jemaat yang tidak bisa melahirkan sehingga perutnya harus dibela untuk mengeluarkan baginya, dan masih banyak resiko yang akan terjadi ketika ia ingin melahirkan anak.

Baca Juga  MS: KASUS HUKUM MANDEK, SAYA INGIN BERTEMU KAPOLRI

Setelah melahirkan biasanya akan ada periode 40 hari untuk memanggang diri di perapian dalam rumah. Ia akan mandi air yang sangat panas dan bagian tubuh tertentu akan ditekan dengan air mendidih yang telah dicampur dengan berbagai bahan alam. Setelah itu akan ada jamu atau ramuan alam yang akan diminum selama proses itu berlangsung. Saya pun sering mendengar salah seorang orang tua berkata: jika proses ini tidak dilakukan dengan baik, seorang yang baru selesai melahirkan akan sakit berat dan meninggal.

Setelah proses seorang perempuan menyusui anaknya, bangun dini hari jika anaknya menangis. Beruntung jika suaminya bisa membantunya mengurus anak. Namun jika tidak, ia akan seorang diri merawatnya atau kebanyakan akan diberikan kepada nenek atau saudari perempuan anak bayi untuk menjaganya.

Saya punya 21 anak, kata seorang kakek
Saya punya 14 anak, kata seorang bapak
Saya punya 8 anak, kata seorang bapak.

Baca Juga  GMIT Jemaat Masaneda Noanadale Kampanyekan 16 HAKTP

Laki-laki akan sangat bangga menyampaikan jumlah anak walau ia tidak mengalami penderitaan seperti isterinya. Kebanyakan laki-laki yang memiliki banyak anak adalah laki-laki yang poligami atau memiliki isteri lebih dari satu orang.

Jika suami dan isteri dan suami sepakat memiliki anak, tentu isteri harus diberi pilihan untuk menentukan jadwal untuk memberi istirahat pada tubuhnya. Jika ia harus melahirkan setiap tahun atau dalam rentan waktu yang dekat itu akan merugikan kesehatan tubuh dan jiwanya.

Kesepakatan dengan isteri tentu merupakan bentuk cinta kasih baginya untuk mencintai tubuhnya. Tubuh isteri juga butuh istirahat. Mencintai diri adalah bagian dari spiritualitas. Melahirkan dalam terus menerus tidak hanya berdampak pada kesehatan isteri namun juga berkaitan dengan pengabaian hak-hak anak jika keluarga tidak mampu memenuhi hak anak berkaitan dengan pemenuhan gizi, kesehatan, pendidikan dan ruang bermain.

#hargaitubuhperempuan
#selflove
#16HAKTP
#haripertama
Lowewini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Hukum, HAM & Politik

SAIFUL MUJANI: UMUMNYA PEMILIH HANYA MENGINGAT NAMA TOKOH PARTAI

Siaran Pers 2 SAIFUL MUJANI RESEARCH AND CONSULTING (SMRC) Jakarta, 24 November 2022 Umumnya pemilih Indonesia hanya mengingat nama atau pemimpin dan...

Berita yang mungkin kamu suka