Jakarta-TAKLALE.COM, Hanya 7 persen publik Indonesia yang sekarang melihat Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai ancaman. Demikian temuan survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk ‘Sikap Publik pada Pancasila dan Ancaman Komunis’ yang dirilis secara daring pada Jumat, 1 Oktober 2021 di Jakarta.

Survei opini publik ini digelar pada 15 – 21 September 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung. Terdapat 981 responden yang valid terpilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Hasil survei yang dipresentasikan Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad, ini menunjukkan bahwa hanya ada 14 persen yang setuju atau percaya dengan pandangan bahwa sekarang sedang terjadi kebangkitan PKI.

Dari 14 persen ini, ada 49 persen atau 7 persen dari total populasi yang menyatakan bahwa kebangkitan itu sudah menjadi ancaman nyata bagi negara. Ada 24 persen atau 3 persen dari populasi yang menyatakan hal itu sedikit sudah mengancam.

Baca Juga  HANYA 8 PERSEN PUBLIK YANG MENILAI JOKOWI TERKAIT PKI

Saidiman menjelaskan bahwa dari sisi demografi, isu kebangkitan PKI lebih banyak dipercayai oleh mereka yang tinggal di perkotaan (17 persen) dan pada kelompok usia muda produktif, 26-40 tahun (18 persen). Isu ini juga lebih banyak mendapat tempat pada kelompok warga berpendidikan tinggi (19 persen) dan berpendapatan 4 juta ke atas (21 persen).

Sementara itu, lanjut Saidiman, sikap warga pada isu kebangkitan PKI nampak tidak berkaitan dengan komitmen pada negara yang berdasarkan Pancasila. “Warga yang percaya maupun yang tidak percaya dengan isu kebangkitan PKI memiliki komitmen yang relatif sama terhadap negara yang dijalankan berdasarkan Pancasila,” pungkasnya.

Jakarta, 1 Oktober 2021

SIARAN PERS 4
SAIFUL MUJANI RESEARCH AND CONSULTING (SMRC)